Monday, November 24, 2008

Sinopsis

Pagi ini, Silvie datang ke sekolah dengan wajah malas karena ia bangun terlalu pagi. Tetapi raut wajahnya langsung berubah begitu melihat papan pengumuman yang bertuliskan “Diadakannya lomba lari estafet” wajahnya langsung ceria dan gembira sekali. Setelah ia mendaftar, Pak Edy memberikan jadwal latihan sebelum lomba.
Setelah itu, ia bergegas ke kelasnya dan menawarkan Lusy dan Ely untuk ikut bergabung bersamanya mengikuti lomba lari estafet. Lusy dan Ely pun dengan senang menyutujuinya.
Bel istirahat pun berbunyi. Silvie bergegas mencari dua orang lagi yang mau menjadi anggota kelompoknya. Lalu, ia menghampiri Chloet’s. setelah memberi penjelasan tentang lomba lari estafet kepada Chloet’s. Chloet’s pun menyetujuinya. Diperjalanan Silvie pun bertemu Dara. Silvie pun menanyakan hal yang sama saat ia menanyakan ke Chloet’s. Tetapi Dara menolaknya dengan sombong dan menjelek-jelekkan Ely. Lalu Silvie mencari Ifa yang selalu berada di perpustakaan karena ia adalah kutu buku yang sangat menyukai novel Harry Potter. Silvie pun menanyakan kepada Ifa apakah ia ingin bergabung dengan kelompok Silvie. Ifa pun langsung menyetujuinya dengan senang hati.
Esoknya,
Hari ini adalah hari pertama untuk latihan sebelum lomba dimulai. Tiap-tiap kelompok diberi waktu 5 menit untuk menyusun strategi. Latihan pertama ini berakhir dengan sangat baik dan kemenangan kelompok perempuan diberikan kepada kelompok Silvie. Meski, Ely sempat terjatuh tapi mereka berusaha sangat keras. Sudah pasti, ada yang iri dengan kemenangan kelompok Silvie, yaitu Dara. Setelah tujuh kali latihan, kelompok Silvie terlihat lebih unggul dari kelompok Dara. Karena kesal, Dara pun merencanakan sesuatu agar pada saat lomba, kemenangan jatuh kepada kelompoknya.
Saat Lomba,
Sebelum memulai lomba, setiap kelompok diberi waktu untuk membentuk srategi. Kelompok Dara terlihat sangat mencurigakan. Tentu saja, karena Dara sudah mempunya ide licik untuk memenangkan pertandingan ini. Saat lomba, kemenangan diperoleh oleh kelompok Dara, tetapi itu karena Dara licik, karena saat berlari, Dara menjenggal kaki Ely. Aya, salah satu seorang dari kelompok Dara, menceritakan hal yang dilakukan Dara kepada Pak Edy, lalu kelompok Dara pun diberi hukuman yaitu tidak boleh ikut lomba dan digantikan oleh kelompok Silvie. Setelah berbagai rintangan mereka lalui, maka telah ditentukan bahwa kelompok yang mewakili SD Pelita adalah kelompok Matthil dan kelompok Silvie.
Setelah berlatih selama beberapa hari, akhirnya hari yang ditunggu-tunggu datang juga. Hari ini adalah perlombaan lari estafet. Kelompok perempuan dan laki-laki dari SD Pelita sudah siap mengikuti lomba. Masing-masing kelompok berdoa agar mendapat juara dan semoga usaha mereka selama ini mendapatkan hasil yang baik. Tetapi, kelompok putri dari SD Pelita kalah telak. Mereka pun sangat kecewa, bahkan Lusy dan Ely pun bertengkar gara-gara hal sepele. Walaupun begitu, tim laki-laki pun meraih medali emas.
Seminggu kemudian...
Ternyata kelompok Silvie diperbolehkan ikut serta dalam lomba kali ini. Dan ternyata mereka menang dan membawa pulang medali emas. Jagoan tidak harus selalu menang duluan, tapi mereka adalah jagoan yang selalu berusaha keras untuk mencapai kemenangan.
Besoknya...
Dara pun datang ke sekolah lebih pagi dari biasanya. Saat Bu Alam, wali kelas 6A datang, Dara pun mengampiri Bu Alam dan bilang bahwa jam tangannya hilang. Bu Alam langsung menyelidiki tas murid-murid satu per satu. Dan Bu Alam sangat tidak percaya saat jam tangan Dara ada di tas Silvie murid yang sangat cerdas itu. Tiba-tiba Pak Maman datang dan menjelaskan bahwa tadi pagi ia melihat Dara memasukkan jam tangan ke tas Silvie. Maka Dara pun diberi hukuman oleh Bu Alam yaitu skors selama seminggu.
Seminggu itu, anak-anak SD Pelita melewati hari tanpa ocehan keangkuhan dan kesombongan Dara. Rasanya sepi juga. Minggu berikutnya, Dara masuk kembali. Keadaan kembali berjalan seperti biasa. Sesuatu terselip di buku yang dipegang Silvie hingga membuat Silvie terkejut. Tulisannya “Aku ingin memberikan sesuatu padamu, kita bertemu saat istirahat, aku tunggu di bawah pohon sawo. Jangan lupa, ya! –Dara”
Pada waktu istirahat, Silvie duduk menunggu Dara di bawah pohon sawo yang sejuk. Ternyata, Dara meminta maaf dan memberikan majalah yang membahas soal lari estafet. Silvie pun dengan ikhlas memaafkan Dara dan akhirnya berteman dengan Dara.
Suatu hari....
Murid-murid kelas enam dari SD Pelita diberitakan harus member pertunjukan pada saat perpisahan. Saat hari pertunjukan sekaligus perpisahan tiba, semua tampil memukau. Saat gilirannya kelas 6A yang menampilkan pertunjukan, penonton bertepuk tangan riuh sekali. Setelah acara usai, semua anak kelas enam saling berpelukan dan mengucapkan kata-kata perpisahan.



Tokoh-tokoh dan waktaknya :
1. Silvie : Baik, Pemaaf, Bertanggung Jawab, Selalu Berusaha, dll. Contohnya : waktu Dara meminta maaf kepada Silvie, Silvie langsung memaafkannya padahal Dara sudah berkali-kali berbuat hal yang sangat jahat kepada Silvie.
2. Dara : Pendendam, Licik, Jahat, Sombong, Egois, dll. Contohnya : waktu Silvie menawarkan Dara untuk masuk ke kelompok Silvie dalam lomba lari estafet Dara malah menolaknya dengan kasar dan malah menjelek-jelekkan Ely temannya Silvie.
3. Ely : Baik, Tidak gampang marah, Selalu Berusaha. Contohnya : waktu Silvie menceritakan bahwa Dara menjelek-jelekkan Ely, Ely tidak marah sama sekali.
4. Lusy : Baik, Selalu Berusaha. Contohnya : Tidak patah semangat waktu timnya kalah.
5. Chloet’s : Baik, Selalu Berusaha. Contohnya : Tidak patah semangat waktu timnya kalah.
6. Ifa : Baik, Heboh, Sangat menyukai buku Harry Potter. Contohnya : waktu Silvie, mengajak Ifa bergabung dalam kelompok Silvie, Ifa menjawabnya dengan sangat heboh dan membuat rebut perpustakaan.
7. Aya : Jujur, Kurang suka dengan kejahatan Dara. Contohnya : waktu Dara menjenggal kaki Ely, agar menang dalam lomba, Aya yang menceritakan cerita yang sebenarnya kepada Pak Edy.
8. Pak Edy : Baik. Contohnya : Pak Edy membingbing baik anak-anak dalam persiapan lomba lari estafet.
9. Bu Alam : Tegas, Baik. Contohnya : waktu jam tangan Dara hilang, ia memeriksa seluruh tas anak-anak.

Tokoh yang paling kusukai yaitu Silvie, karena dia selalu berusaha keras demi kelompoknya dan demi dia sendiri. Dia selalu mementingkan kepentingan bersama dahulu, dia sangat pemaaf dan sama sekali tidak dendam kepada Dara yang berkali-kali mempunyai rencana jahat kepada Silvie. Silvie memang benar-benar anak yang baik hati.
Kalau aku menjadi Silvie, yang aku lakukan adalah jangan merasa terlalu sedih saat mengalami kekalahan. Karena, jika kita sangat sedih, kelompok kita pun ikut sedih dan bisa-bisa kita tidak konsentrasi kepada pelajaran hanya gara-gara mengalami kekalahan. Boleh sedih, tetapi jangan sampai terlalu sedih karena itu berpengaruh buruk kepada teman-teman kita, dilain itu aku ingin sekali menjadi Silvie, karena ia anak yang sangat baik hati!

Kesan dan Pesan :
Kesanku setelah membaca novel ini adalah : novel ini sangat menarik, membantu kita sekali untuk berusaha keras dan mementingkan kepentingan bersama. Melatih kita juga, agar kita jangan seperti Dara yang egois, karena pasti kita mendapat balasannya.
Pesanku adalah : semoga kebanyakan orang mengikuti perilaku Silvie, jangan mengikuti perilaku Dara. Kalau bisa, novel yang selanjutnya dibikin lebih baik dan lebih berkesan, di lain itu, novel ini sangat bagus!

No comments: